Plesir
Plesir
pleasure, jalan-jalan dan kegemaran dan lain2
Tuesday, November 21, 2006
Height: 9,868 feet (3,008 meters)
Location: East Java, Indonesia, Asia

This mountain route is the longest one at Java Island. In the map, this route is almost 30 kilometres far. It's located at 3 different states, Probolinggo, Bondowoso and Jember. And all that state located in East Java Province.

There is a lot of peak at this mountain, but only two peaks whish usually climber visited. They are Argopuro Peak and Rengganis Peak.
There are two start point that usually used by climber who visited here. From Baderan or from Bremi. Baderan located at Bondowoso or Besuki and Bremi located at Probolinggo.

If we taking Baderan as the start point, we'll see a beautiful panoramas along this route. We'll see a tropical rain forest, and then long long savana, and may would make us bored besause we'll across along this savana almoust all day hiking.
But there is a few point of this route that we can take a rest here.
If we take form Baderan, after hiking about 6 hours we'll come to 1st water point (mata air 1)
and then from mata air 1 we'll come to mata air 2 (2nd water point) after 3-4 hour in hiking.
From Mata Air 2 we'll trekking to Cemoro Panjang taking about 1-2 hours. this may one of the hardest route.
And then after we reach Cemoro Panjang, we will come to Alun-Alun Kecil. From this point we will see a long trip of savana before comes to Cikasur / Alun-alun Besar. It's take at least 3-4 hours.


Cikasur

There is a lot story of Cikasur. Before 1945, this place became a Japan's aircraft landing, that hidden between hills. So the Indonesian soldiers could detect this place.
At this place, we usually could watch peacock, belibis, pigs, monkey at aerly morning or late afternoon. It's beautiful view's here, besides a small river down this camping area with it's fresh water and water salad on it.
After here we should move to Cisentor (Aeng Poteh / air putih / White water area).This is could be our last camping point before reach summit.
And from Cisentor, we can go to the peak via Rawa Embik. If we take the right side of the route from Rawa Embik, we can reach peak of Argopuro.
And when we take the left side of the route from this place, we can reach Rengganis peak (in map it's named Welirang peak).
When we want to go back, we can choose 2 options. Back to Baderan (our start point) or continue to Bremi (our finish point later).
If we continue to Bremi, we'll pass Aeng Kenik (one of water point), and then Danau Taman Hidup (Life Garden Lake).
From Danau Taman Hidup, we can reach Bremi, our finish point in 3 hours


Taman Hidup


a simple route map
souce: http://www.summitpost.org/show/mountain_link.pl/mountain_id/3025

LINKS




Mount Rinjani

Location: Lombok/West Nusa Tenggara, Indonesia, Asia

Lat/Lon: 8.42°S / 116.46670°E

Activities: Hiking, Mountaineering

Elevation: 12224 ft / 3726 m


Routes

There are several routes on Rinjani.
The two main routes are the following: from Sembalun Lawang on the eastern side, and from Senaru on the northern side. The two routes are quite different. The trail from Sembalun Lawang leads up through savannah and open mountain forest. The ascent from Senaru is a walk-up through dense mountain rain forest, which noticeably changes with the altitude.There are various ways of climbing Rinjani. The most rewarding is a combination of the two routes. On the first day you can go up from Sembalun Lawang to Pelawangan II (2,900 m ?), a place on the north-eastern part of the crater rim which is a good base camp (8 hours). On the second day you can start at 2 or 3 am, and ascend to the top, where you will arrive just in time to view the sunrise (3 hours). Make sure you arrive at the top before sunrise, not only to experience a beautiful sunrise but also to have the best chance of getting a clear view. Later the view is generally soon blocked by clouds coming up from the rain forest. From Pelawangan II to the summit the way leads up through volcanic scree. From the top you will go down again to the base camp and then you can descend to the lake, where you can spend the second night (5 hours, from the top). On the third day you can climb up to Pelawangan I (2,634 m), a place on the northern side of the crater rim, (2 hours), and descend to Senaru (6 hours). You can do it the other way round as well, but it seems better to climb the summit first and then relax at the lake and the hot springs.
Other routes:You can walk up to the crater from Torean, a small village near Bayan, on the northern side of Rinjani. The trail follows the stream that flows from Lake Segara Anak and the hot springs.You can also climb the south side from either Sesaot, Tetebatu, or from Pesugulan, a small village near Sapit. The last-mentioned route leads up to Pelawangan II.



wants more Here

Jumat, 01 04 2005, 15.19


Gugum: “ Get ready to go...!! Ciweh, Situ Lembang – Sukawana.isuk kumpul di imah urg jam 09.00. mau bergabung ? don’t miss it.., kabari yg lain... :’( “

Itulah pesan singkat yg aru terima dari Gugum salah satu partner di GPA n salah seorang yg ngaracunan urg momotoran – mmhhh dengan sekejap terbayang Dirt Biker...hehehe (bahasa naon deui yeuh) sekumpulan pemuda dengan motor trail, sepatu, celana n baju belepotan tanah n lumpur – GULAdik nu pasti mah, yup Adventure BO!!.

Ketika terima sms tersebut aru lagi di kost-an Andra, maklum Pengacara – pengangguran banyak acara, dah bosen diem terus dirumah, sekali kali duonk ngerepotin temen, yg pasti sihh nanya2 tentang sekolah di jerman, abis kemaren malem Frau Sabine membuatku ngiler pengen ke Jerman seeh. Lumayan ngobrol ama Andra sedikit terbuka ttg Kuliah di jerman. Persyaratannya lumayan berat, puasa 40 hari 40 malem, ayam item 1 ekor, telor putih 1 butir, kembang 7 rupa (lho kok ginian ??? hehehhee) ga denk becanda, persyaratan yg diucapkan tadi mungkin masih mending dibandingkan dengan apa yg diutarakan andra, mmhh emang sih harus bertahap n aru telat pengennya.

Bayangin aja klo mo kuliah disana tuh minimal punya sertifikat ZD, telah melalui pengajaran bhs jerman selama 400 jam di institusi yg diakui (Goethe contohnya), tabungan 65 juta yg udah diendapkan selama 6 bulan di Kedutaan Jerman untuk syarat dapet Visa, nah ini dia sulitnya disini. Sekarang berhitung, klo ngumpulin dari duit makan dengan puasa 40 hari 40 malem, paling hanya dapet 600 rebuan, klo uang makan kita 5rebu, kaliin aja 40 hari, 3 kali makan/hari, masih jauh duonks. Kuliah di jerman emang ga usah iuran SPP, kecuali yg kelas international yg bahasa pengantarnya sebagian bhs inggris, yg ini mah harus bayar tapi ga semahal klo kuliah di negara negara Anglo Saxon, Inggris – Australia – US. Ohhh iya selain dapet info aru juga sempet nonton film ttg kekejaman nazi dulu “The Pianist”, Wie schon einmal Klavier spielen ??? jadi sedikit2 belajar bhs jerman deh. Andra juga ngasih CD Deutsch Lessen ampe 4 CD, danke! Herr Andra, sampe ketemu dehhhh di Gottingen, doain aja.

Balik lagi ke sms yg tadi, jadi setelah aru lepas dari kungkungan skripsi dan bebas dari institusi yg namanya unpad, dimulailah petualangan dirt bike, sebelumnya baru 3 kali aru pergi ke Sukawana, tuk menjajal track – track trail yang ada dan berulangkali juga jatuh dari motor, baju kotor kecipratan ama lumpur n motor rusak (inget kepala ass perseneling yg kaya kaki bayi). Sebagai pemula memang harus merasakan jatuh dulu untuk memperoleh skill yg memadai untuk track yg advance, emang Sukawana memiliki banyak track dengan karakteristik yg variatif – berbukit, jalan setapak, berlumpur dan jalan berbatu, aru rasa cukup untuk tempat berlatih bagi pemula.

Sukawana sendiri adalah daerah hutan di sebelah selatan lereng Gn. Tangkuban Perahu, biasanya kita naik dari Parongpong (pabrik teh) atau dari Lembang Asri. Setelah melalui Sukawana biasanya kita langsung menuju track2 trail yang POOLLL, sesekali klo lewat jalur yg sulit motor ngadat karena ban spin n minta didorong atau diangkat, klo dah gini temen2 terpaksa bahu membahu saling bergantian mengangkat motor temen2nya. Setelah melalui hutan pinus Sukawana, kita melewati jalan aspal yang bisa dibilang sudah hilang aspalnya, jalan ini merupakan jalan dimulai dari Sukawana juga (pabrik teh) menuju Tower – menara komunikasi yang ada di puncak Tangkuban perahu. Selain itu melalui jalan ini kita dapat menuju Kawah Tangkuban Perahu disebelah utara tempat parkir objek wisata Kawah TP, tempat ini merupakan tempat yg asyik buat makan siang dan beristirahat.

Kali ini yang dimaksud Gugum adalah jalur Sukawana – Ciweh dengan arah perjalanan dibalik, ketertarikan pada Jalur ini karena lumayan panjang jalur yg berkelak – kelok dengan suasana yg Hutan banget dan melalui beberapa sungai (sekitar 4 sungai), selain itu walaupun jalan tanah, mayoritas masih bagus hanya di beberapa kelokan dan tanjakan jalur ini sudah rusak. Jalur ini pada jaman belanda merupakan jalan perkebunan, tetapi karena pemanfaatan udah ga ada, maka jalan ini ga terurus. Jalur ini bukan merupakan hal yg baru, sudah beberapa kali Pendidikan Dasar GPA, jalur ini dipake untuk jalur Longmarch, dan Ciweh sendiri merupakan basecamp pertama untuk menuju tempat pendidikan sebenarnya, dinamakan demikian sesuai dengan nama sungai yg mengalir membelah daerah tersebut (sungai - Ciweh, Ci = di daerah priangan menandakan nama sungai, seperti Way = di Lampung, Jene = di Sulawesi Selatan).

Sabtu, 02 04 2005


Pukul 10.30 dah ngumpul semua di bengkelnya si Wawan, deket rumah Gugum. Satu motor Honda CB 125 yg dimodif jadi Trial, 5 Suzuki TS 125 dengan modifikasi yg berbeda beda dan 6 pemuda ( Gugum, Teguh, GustaV, Wawan, Ogun (bener teu?) n sang bogalakon tentunya) siap menempuh petualang yang bener – bener ga terkira. Beberapa tas kecil dibawa yg berisi perbekalan untuk mengisi perut, memuaskan tenggorokan dan mengusir dahaga, snack2, waffer, roti, roko kretek filter (campuran tembakau asli dan cengkeh yg membedakannya dengan roko putih) dan air minum, selain itu toolkit dan raincoat ga lupa dibawa.

Sebelum berangkat aru sempet ngisi olie samping n ngeCek setelan karburator, abis klo gas diFull ngebrebet – mungkin campuran bensin dan udaranya ga pas. Baru kepikir klo perjalanan ini merupakan perjalanan pertama setelah sproket depan dan belakang diganti ( 13 – 54 sebelumnya kan 14 – 45 ) jadi ini merupakan uji coba pertama di lapangan apa performance motor nanti bagus atau tidak di jalur sulit yg menanjak, yang pasti klo di jalan datar aspal kecepatan maks berkurang menjadi hanya 80 – 90 km/jam sebelumnya 100 km/jam pun tembus, langkah jadi pendek dan bawaannya jadi pelan melulu, gimana lagi ngaGerung wae sih.

Perjalanan menuju Ciweh tidak ada halangan yang berarti, setelah masuk plang KOMANDO, Cihideung – jalanan mulai rusak, jalan berbatu mendominasi selama perjalanan menuju BandreX. Di depan pintu masuk yang disekitarnya pohon2 pinus ada sedikit perubahan, beberapa tahun yang lalu hanya ada satu warung/ bisa disebut saung yg sebenernya jarang ditempati, sekarang nampaknya sudah berpenghuni dan bangunannya pun bertambah walaupun tidak permanen. Abis jalan aspal setelah pintu masuk, untuk menghindari jalan yang berlumpur, kami memasuki hutan pinus sebelah kanan yg masih muda, berumur sekitar 6-7 tahunan (tahun 98 baru ditanami). Lantai hutan yg tertutup daun2 jarum pinus (disebut daun ga pantes, tapi ngarti meureun) dan tanah yg sedikit basah membuat ban_ban double coin sedikit spin tetapi tidak menjadi penghalang yg berarti. Keluar dari hutan pinus hingga Ciweh, jalanan kembali berubah menjadi jalan berbatu dan kubangan2 lumpur.

Pukul 11.30, Sebelum sampai tempat istirahat, kita melewati jembatan kayu di atas Ciweh , jembatan ini terlihat sudah rapuh dan berumur. Ciweh yang Desember 2004 kemaren dijadikan camp hari pertama Pendidikan Dasar tidak banyak berubah, hanya saja rumput - rumput hijau masih terlihat segar, tampaknya sangat jarang orang yang melewati daerah ini. Di tempat yg sedikit terbuka ini kami beristirahat sejenak sebelum menghadapi medan yang sulit dan membelah sungai di depan, mmmh nampaknya akan menjadi perjalanan yg cukup panjang hari ini.

Perjalanan segera dilanjutkan, beberapa puluh meter setelah Camp Ciweh kami berhadapan dengan sungai lagi, kali ini cukup lebar tetapi ketinggian air hanya beberapa puluh centimeter (sekitar 20 – 30 cm), tidak ada jembatan yg dapat menyebrangkan motor, satu – satunya jalan dengan turun ke sungai. Sungai bukan menjadi halangan, motor – motor dapat dgn mudah melintasinya, akan tetapi yang menjadi halangan adalah keluar dari sungainya, untuk kembali ke jalur harus naik sekitar 5 m, keadaan jalur sudah rusak membentuk cerukan, habis akibat ban-ban pacul yang memaksa naik. Dimulai dari Gugum dengan motor CB-nya, seperti yg sudah diperkirakan motor ga lebih dari 4 m dari sungai sudah ngadat. Jalan keluarnya dengan menarik motor dengan webing sembari memutar gas sekuat2nya. Cukup lama juga kami berkutat di hambatan pertama ini, sekitar 30 menit mungkin ada untuk menarik dan mendorong 5 motor yang tidak berdaya.

Motor yg dikendarai Teguhlah satu – satunya motor yg bisa naik tanpa bantuan yg berarti. Spesifikasi motor tidak jauh berbeda denga Motor TS yg lain, hanya saja pengaruh banlah mungkin menjadi penyebabnya. Rata – rata motor yg lain menggunakan ban dgn merek “Double Coin” n pasti tidak berdaya menghadapi medan ini. Dengan Ban “Kenda” yg membungkus ban – ban motor Teguh, nampaknya cukup memuaskan dlm mengatasi hambatan ini. Memang dari segi fisik “Kenda” lebih “gondrong”, kokoh dan karet nya pun tidak lunak tetapi sedikit lebih keras dibanding dengan “DC”, harga memang menjadi jawaban, klo mo tau harganya saja lebih dari dua kali lipatnya “DC”.

Bersambung ahhh panjang teuing caritana pokona mah pasti moal2 deui jalur Ciweh Cape....
Puncak perayaan HUT ke 25 tahun GPA merupakan salah satu rangkaian acara Perayaan HUT yang bertema “SpiRIT Of sOliDariTY and LOyaLIty” dan telah dilaksanakan sebelumnya, yaitu Perayaan secara simbolis pada tanggal 23 februari 2005, Pelatihan orienteering, dan GPA Paintball Competision. Perayaan HUT yg ke 25 ini memang sedikit berbeda dgn perayaan2 HUT sebelumnya, berbagai rangkaian acara disusun untuk dapat menjaring anggota yang telah lama tidak aktif untuk dapat bergabung kembali dengan GPA, dan sekaligus menjadi ajang silahturahmi. Diharapkan dengan disusunnya acara yg berkala maka akan semakin banyak pula anggota yang dapat hadir pada Perayaan Puncak. Acara ini dilaksanakan pada 12-13 Maret 2005 dan bertempat di Dinas Sosial, Lembang. Tempat yg sebenarnya dijadikan rehabilitasi bagi temen2 kita yg ketergantungan obat dan menjadi PSK ini memiliki fasilitas Guesthouse, Aula beserta sound system, Masjid, Mess yang dapat menampung hingga 200 org. Lokasi tak jauh dari jalan dan harga yang relatif murah (15 rebu/hari/org – Aula ga termasuk dalam biaya ini), menjadi pertimbangan dipilihnya tempat ini, bayangin aja mana ada penginapan yg semurah itu. So klo temen2 punya acara n butuh tempat, sy rekomendasikan tempat ini. :P

Acara yang direncanakan dimulai pada pkl. 18.00 wib, menjadi tertunda, akibat undangan yang datang sangat minim (3 org Bo!!) dgn catatan panitia yg jumlah cukup banyak ga dihitung….(bayangin di undangan diharapkan hadir pkl. 15.00), hingga pukul 19.00, anggota tak kunjung bertambah. Akhirnya acara dibuka, akibat dari tuntutan perut “Panitia” yg ingin segera diisi hehehee….


Image hosted by Photobucket.com
Band OI, membawakan Lagu Bang IWan


Acara yang dimulai pada malam minggu ini diisi dengan makan malam kemudian GPA dari masa ke masa, dimulai dari perkenalan dan cerita angkatan termuda yaitu XXI, diselingi dengan penampilan band OI, yang membawakan lagu2 BaNG IWan dan pemutaran serial EXPEDITION MetroTV yg dibintangi anak GPA – “Papua” n ttg “Ekosistem Laut” – dimana nya?? (eMbe), dan Canyoning – “Pengarungan Sungai Tanpa Batas” (Asor, Doni, Popo, Gugum).

Image hosted by Photobucket.com
Merchandise 25 Thaun GPA


Seiring dengan berjalannya acara, satu persatu undangan datang, bahkan undangan dari KABOA pun (pak Kemal SMU 2 angkt 81/82 & crew). Merchandise yang disediakan panitia rupanya cukup menarik, selain KaoS, MuG HUT 25 tHN, akhirnya Baskom kembali muncul dengan kemasan yang cukup menarik dan berisi tentang “Big Event” yang pernah diadakan oleh GPA, seperti Pengarungan Sungai Alas, Ekspedisi Gn Raung dari selatan, dan yg menarik adalah isu tentang PEremPuan GPA, ternyata di GPA ada juga Danlat dari kalangan Hawa.(Rosnaralita - bner teu ngaranna??hehe). Hal ini membuktikan perempuan GPA memiliki bakat memimpin dilapangan yg tak diragukan.

Image hosted by Photobucket.com
Belum Puas ama Band OI, anggota GPA menghibur dgn caranya sendiri


Foto n sedikit review tentang acara hari minggu klik aja Orientering n Outbound
Dalam rangka memeriahkan ULTAH GPA ke-25, Panitia HUT 25 th GPA ngadain "GPA Paintball Kompetition", acaranya intern buat anggota GPA, dilaksanakan di "BattleField" Ciwaruga - perusahaan yg bergerak di bidang paintball2-an, hari minggu kemaren tepatnya tgl 6 mar 05. Sayangnya Acara sempat molor ampe 3 jam-an, maklum ngadainnya kepagian jam 8, dikirain anak2 dah pada ngumpul, pas aru kesana - ga ada satupun peserta yg tampak batang hidungnya, kecuali ya.. anggota GPA yg jadi operator paintball.
Setelah dua jam menunggu akhirnya ada beberapa anggota yg muncul, sambil nunggu yg lain, pemanasan dulu aaahh. Dengan tiga org tiap tim kemudian perlengkapan :
  • pistol paintball tentu dah dilengkapi tabung yg berisi gas CO2

  • body armor yg bisa dibilang tipis banget

  • klo baju ga mo kotor disini ada juga baju militer yg bisa dipake

  • google pelindung wajah dan telinga

  • bermodalkan 10 peluru cat tiap org

  • seorang wasit permainan

- dibuatlah skenario "Capture the Flag", tiap tim dipisahkan di sudut yg berbeda, ceritanya masing-masing sudut merupakan camp tim, dimana terdapat bendera tim yg harus diperebutkan oleh tim lainnya.

Image hosted by Photobucket.com
Image hosted by Photobucket.com
Briefing peraturan permainan sebelum TEMPUR

Peraturan permainan sederhana : Waktu permainan bebas, siapa yang tertembak = mati - keluar lapangan dan tidak boleh memberitahu posisi lawan pada timnya, peserta yg kehabisan peluru masih bisa bermain dan merebut bendera lawan, n inget jangan nembak bagian belakang kepala.

Image hosted by Photobucket.com

pePerangan memang mengasyikan klo sebatas permainan, klo beneran jgn ditanya deh ngerinya. Permainan aja dah buat adrenalin meningkat apalagi yg beneran. Abis klo kena tuh yaa lumayan sakit. Tapi bagusnya medan pertempuran udah dibuat sedemikian rupa, drum - drum, papan2 penghalang, kotak2 dan medan pertempuran yang kebetulan seperti terasering / sengkedan, menjadi tempat perlindungan tuk menghindari keras n sakitnya bola cat klo kena badan. Sayangnya penghalangnya pendek2 jadi tuk sembunyi harus sambil jongkok atau tiarap, berdiri sedikit kena deh kepala - sialnya pertama maen, kena kepala.
Monday, February 14, 2005

HUHUUUi Adrenalin memuncak, akhirnya setelah beberapa waktu, kegiatan outdoor terhenti karena hal hal yang sifatnya penting'''pentiiiiiiing, ky skripsi =tugas akhir, PIMNAS dll
baru deh nyobain momotoran ke tangkuban perahu, pertama kali setelah pelantikan Wanadri. rencananya sih mo survey vila Sukawana yg warna pink itu, ada sedikit perasaan sesal" kunaon teu tibaheula!!!" yang pertama ini jalur dari gerbang tangkuban perahu masuk ke dalam, lewat warung si abah nu deket ke jayagiri, trus ke sukawana,
Klo yg jalur 4 siih, kita masuknya dari Lembang Asri, keluar pinus belok
kanan. Jalur ini kebetulan aja nyobain, tadinya mo ke "Leuweung Poek" kebetulan Mahatva lagi PEndidikan, jadi sekalian mampir gitu. tapi ga jadi. Boleh dibilang jalur ini poool abis, dah rusak ma mobil-mobiloffroad, gila benerrr jalurna .... motor jeung nu bogana eungap (kehabisan napas)mana ban dugul bin gundul, slip n spin like rock n roolll. sempet kapikiran ganti ban, ganti karbu ama yg RX king, meh teu eungap, tambah Handguard..
Sebelum keluar perlu lewati jalan yg lumayan bagus, walaupun sempet ngangkat motor, krn ada pohon tumbengg,....ughhh
akhirnya keluar ke jalan aspal nan rusak menuju kawah tangkuban perahu.... pooooll a poooool, kawah tangkuban perahu, kebetulan tuh cerah...